Kamis, 02 Juni 2011

“Me-Tulis”

Menulis, sebuah kata yang lahir dengan awalan me dan kata tulis. Menurut saya, menulis adalah sebuah kegiatan di saat seorang yang menuangkan pemikiran-pemikirannya pada selebaran yang nantinya akan tersusun alfabet-alfabet membentuk sebuah fonem, yang kemudian fonem tersebut tersususn secara teratur membentuk sebuah kalimat. Kalimat sendiri, jika tersusun secara teratur yang ditiap kalimatnya saling berkaitan akan membetuk sebuah paragraph. Begitupula dengan paragraph, paragraph yang tersusun secara teratur yang saling berkaitan akan membentuk sebuah cerita.

Seseorang yang melakukan kegiatan menulis disebut sebagai penulis. Sebuah kata berwalan pe- yang mengartikan orang yang melakukan tulis. Hasil menulis seseorang disebut dengan tulisan, sebuah kata berakhiran an- yang mengartikan hasil dari kegiatan menulis.

Dalam mata kuliah Bahasa Indonesia, kegiatan menulis sendiri memiliki tata cara dan aturan-aturan tertentu yang terikat pada paraturan EYD sehingga tulisan tersebut menilai benar.


Kegiatan menulis banyak ragamnya, menulis cerita, menulis berita, menulis laporan, dan lain-lain. Sehingga, menulis terbagi menjadi dua bagian, yaitu fiksi dan non fiksi.


Seorang yang melakukan kegiatan menulis tidak dapat secara langsung melakukannya tanpa melewati fase-fase seperti mendengar, melihat, dan merasakan yang nantinya akan menjadi acuan untuk melakukan kegiatan menulis.


Kegiatan menulis dapat dilakukan oleh siapa saja, yang terpenting orang tersebut memiliki keinginan untuk menulis. Menulis juga dapat dilakukan dimana saja, tergantung oleh siapa yang menulis sesuai keinginannya.


menulis dapat merubah dunia”. Sebuah kalimat pendek yang bermakna besar. Ya, menulis adalah salah satu penggerak terjadinya sebuah perubahan. dengan menulis yang menghasilkan sebuah tulisan yang di dalamnya memiliki kekuatan besar mampu terjadinya pergerakan di tiap pembacanya.


Menulis tidak hanya dapat dilakukan pada lembaran kertas, tidak hanya pada sebuah buku, tidak hanya pada batu dan di dinding gua pada masa purba, tetapi juga dapat dilakukan di media-media massa seiring perkembangan globalisasi. FB, twitter, friendster, BBM, dll adalah media-media yang dapat menjadi wadah kegiatan menulis.


Setiap orang memiliki gaya menulis tersendiri, namun terkadang sebagian orang tidak percaya diri untuk menampilkan tulisannya kepaa orang lain, yang selalu merasa “tulisan saya jelek!!!”. Tidak ada kata jelek dalam menulis, apa yang kita tuangkan dalam tulisan kita belum tentu ada dalam pemikiran orang lain. Jadi, tidak ada kalimat untuk “tulisan saya jelek!!!”.

selembar tulisan sejuta cerita”. Selembar tulisan tidak hanya akan dibaca oleh satu orang saja, dan tiap orang-orang yang membaca tulisan kita memiliki perspektif masing-masing.

Menulis Pangkal Tenar”, dengan semakin banyaknya tulisan semakin tenarlah penulis tersebut, Dan hasil tulisan tersebut mau tidak mau akan mengabadi, baik bagi penulisnya maupun pembacanya.

Pada malan ini, tepat pada tanggal 27 mei 2011 di Jalan Sepakat No. 73 terlaksana sebuah kegiatan pelatihan Timelines yang berkaitan erat dengan jurnalistik yang pada dasarnya kegiatan menulis. Pada kegiatan timelines ini bertemakan “Bebaskan dirimu melalui goresan pena”, adalah sebuah tema yang bermakna besar. Melalui tulisan-tulisan kita, kita dapat berkreasi, kita dapat bebas menuangkan pemikiran-pemikiran kita dengan kegiatan menulis.

Aku menulis maka Aku ada”, aku temukan diriku melalui tulisan-tulisanku.

Diah Rachmayanti R
Kosmik 2010
20.50 wita, 27 mei 2011. Jl. Sepakat No.73 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, Bumi SD.

0 komentar:

Posting Komentar